mutu pelayanan
Home / Artikel / Standar Mutu Biji Kopi

Standar Mutu Biji Kopi

Standar Mutu Biji KopiIndonesia adalah salah satu negara penghasil kopi dunia, seperti halnya dengan Negara negara eropa seperti Brazil, Kolumbia serta negara asia lain seperti Vietnam. Tanaman kopi di Indonesia, sebagian besar (90 %) di usahakan oleh petani dengan tingkat produktifitas yang masih relative rendah, yaitu hanya berkisar 500 kg/ha. Sedangkan perkebunan swasta dan Negara mampu mencapai produktifitas 1000 kg/ha. jika dilihat dari aspek kualitas/mutu, kopi yang dihasilkan juga masih cukup memprihatinkan, dimana mayoritas masih menempati mutu/grade Sedang/menengah (Grade 3 dan 4). Dengan mutu yang seperti itu, harga jual kopi petani di pasar tentu masih rendah dan inilah yang menyebabkan tingkat pendapatan petani kopi juga rendah.

Standar Mutu Biji Kopi sudah digalakkan Sejak tahun 1978 melalui SK Menteri Perdagangan No. 108/Kp/VII/78 Tanggal 1 JUli 1978. Standar mutu biji kopi yang digunakan adalah SISTEM TRIASE. Namun demikian, sejak tanggal 1 Oktober 1983 sampai saat ini, untuk menetapkan mutu kopi, Indonesia menggunakan SISTEM NILAI CACAT (Defects Value System) sesuai keputusan ICO (International Coffe Organization). Dalam system cacat ini, semakin banyak nilai cacatnya, maka mutu kopi akan semakin rendah dan sebaliknya semakain kecil nilai cacatnya maka mutu kopi semakin bai.

Pada awal tahun 2002, Dewan ICO (International Coffee Organization) mengadakan sidang yang menghasilkan Resolusi No. 407 yang berisi Program Perbaikan Mutu Kopi yang mulai efektif diberlakukan per 1 Oktober 2002

Standar minimum dalam Resolusi 407 adalah :

  • Kopi Arabika : nilai cacat maks 86 per 300 gr sample menurut standar mutu Brazil/New York
  • Kopi Robusta : nilai cacat maks 150 per 300 gr sample menurut standar mutu Indonesia/ Vietnam
  • Kandungan Kadar Air biji Kopi : maks 12,5 % berdasarkan metode ISO 6673

Standar Mutu Biji Kopi dibedakan berdasarkan hal hal sebagai berikut :

  • Jenis Mutu
  • Syarat Mutu
  • Cara Pengambilan Contoh (Sample)

Jenis Mutu

Penentuan jenis mutu biji kopi dibedakan berdasarkan :

  • Berdasarkan jenis kopinya :
    • Kopi Arabika
    • Kopi Robusta
    • Kopi jenis lainnya
  • Berdasarkan cara pengolahannya :
    • Pengolahan Kering (Dry Process/DP)
    • Pengolahan Basah (Wet Process/WP)
  • Berdasarkan Nilai Cacat (value defect) :
    • Klasifikasi mutu :
      • Mutu (Grade) 1 : Total Nilai Cacat max 11
      • Mutu (Grade) 2 : Total Nilai Cacat 12-25
      • Mutu (Grade) 3 : Total Nilai Cacat 26 -44
      • Mutu (Grade) 4a : Total Nilai Cacat 45 -60
      • Mutu (Grade) 4b : Total Nilai Cacat 61-80
      • Mutu (Grade) 5 : Total Nilai Cacat 81-150
      • Mutu (Grade) 6 : Total Nilai Cacat 151-225
    • Kriteria Penentuan Nilai Cacat :
      • 1 Biji Hitam (Black beans) : Nilai Cacat = 1
      • 2 Biji Hitam sebagian (Partly Black beans) : Nilai Cacat = 1
      • 2 Biji Hitam pecah (Broken Black beans) : Nilai Cacat = 1
      • 1 Husk kopi(Husk Coffe) : Nilai Cacat = 1
      • 4 biji coklat (brown beans) : Nilai Cacat = 1
      • 1 Husk ukuran besar (large husk framents) : Nilai Cacat = 1
      • 2 Husk ukuran sedang (medium husk framents) : Nilai Cacat = 1
      • 5 Husk ukuran kecil (small husk framents) : Nilai Cacat = 1
      • 10 biji berkulit ari (beans in silver skin) : Robusta/WP : Nilai Cacat = 1
      • 2 biji berkulit tanduk (beans in parchments) : NIlai Cacat = 1
      • 2 kulit tanduk ukuran besar (large parchment fragmt) : NIlai Cacat = 1
      • 5 kulit tandung ukuran sedang : Nilai Cacat = 1
      • 10 kulit tanduk ukuran kecil : NIlai Cacat = 1
      • 5 biji pecah (broken beans) : Nilai Cacat = 1
      • 5 biji muda (immature beans) : Nilai Cacat = 1
      • 10 biji berlubang satu (beans with one hole) : Nilai Cacat = 1
      • 5 biji berlubang lebih dari Saturday : NIlai Cacat = 1
      • 10 biji bertutul-tutul (spotted beans) : WP : Nilai Cacat = 1
      • 1 ranting, tanah, batu ukuran besar : NIlai Cacat = 5
      • 1 ranting, tanah,batu ukuran sedang : Nilai Cacat = 2
      • 1 ranting, tanah, batu ukuran kecil : Nilai Cacat = 1

    Syarat Mutu

    • Pengolahan Basah (Dry Process- DP)
      • Kadar air kopi maksimum ± 13 % (bobot/bobot)
      • Kadar kotoran berupa ranting, batu, gumpalan tanah dan benda-2 asing lainnya, maksimum 0,5 % (bobot/bobot)
      • Bebas dari serangga hidup
      • Bebas dari biji berbau busuk, berbau kapang dan bulukan
      • Biji tidak lolos ayakan 3×3 mm (8 mesh) dengan maksimum lolos 1 % (bobot/bobot)
      • Untuk bisa disebut biji berukuran besar, harus memenuhi persyaratan tidak lolos ayakan ukuran 5,6×5,6 mm (3,5 mesh) dgn maksimum lolos 1 % (bobot/bobot)
    • Pengolahan Kering (Wet Process-WP)
      • Kadar air maksimum ± 12 % (bobot/bobot)
      • Kadar kotoran berupa ranting, batu, gumpalan tanah dan benda-2 asing lainnya, maksimum 0,5 % (bobot/bobot)
      • Bebas dari serangga hidup
      • Bebas dari biji berbau busuk, berbau kapang dan bulukan
      • Ukuran biji kopi untuk jenis robusta dibedakan :
        • Biji Ukuran Besar (L) : Tidak lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 7,5 mm, dengan maksimum lolos 2,5 % (bobot/bobot)
        • Biji Ukuran Sedang (M) : Tidak lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 7,5 mm, tetapi tidak lolos lubang bulat ukuran diameter 6,5 mm dengan maksimum lolos 2,5 % (bobot/bobot)
        • Biji Ukuran Kecil (S) : Lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 7,5 mm, tetapi tidak lolos lubang bulat ukuran diameter 5,5 mm dengan maksimum lolos 2,5 % (bobot/bobot)

    Catatan : Untuk jenis kopi robusta, ukuran biji tidak dipersyaratkan.

    Cara Pengambilan Sampel

    • Sample (contoh) diambil secara acak, sebanyak akar pangkat 2 dari jumlah karung
    • Dari tiap karung terpilih, diambil secara acak pada bagian bawah, tengah dan atas sehingga diperoleh biji kopi sebanyak 10 kg
    • Contoh diaduk secara merata, kemudian diambil sub sample sebanyak 200 – 300 gr
    • Dari contoh ini kemudian ditentukan jenis mutunya
    Hubungi Kami
    PERMINTAAN PENAWARAN ISI FORM DIBAWAH